Sabtu, 30 Desember 2017

Pertemuan Singkat



           Cuaca pada siang hari sekitar pukul 10.45 begitu menyengat  kulitku yang sedang berdiri di depan pagar rumah karena menunggu Sahabat-sahabat ku yang akan datang membawa perlengkapan untuk mendaki ke Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, yang terletak di Lumajang daerah Jawa Timur. Kebetulan sebagian dari mereka ada yang belum mengetahui tempat tinggalku di Malang  sehingga aku yang harus menunggu mereka di depan rumah.
“Agkkhh! Mereka kok lama banget sih, udah pegel berdiri nih. Duh.. duhh” Ucap Mitha dalam hati.
Terlihat dari kejauhan ada kedua pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor yang memasuki gang kecil menuju ke arahku dan ternyata itu adalah kedua sahabat ku.
“Ehh, kok kalian lama banget sih” ucap ku
“Iya nih, kan perlengkapan yang nanti kita bawa itu banyak banget, udah gak usah bawel, ini barang-barangnya di jaga dulu yah karena kita akan balik lagi buat mengambil barang yang masih tersisa di tempat yoyok” kata Satrio
“Oke deh, jangan lama-lama yah buruan”
Sambil menunggu mereka di depan teras rumah, sekitar 11.30, aku melihat langit tibat-tiba gelap dan sepertinya akan turun hujan yang sangat deras sembari suara petir seperti menyambar sesuatu yang membuat telingaku tiba-tiba berdengung, aku begitu takut. Namun tak lama kemudian akhirnya mereka semua datang satu-persatu. kebetulan jumlah kami ada 12 orang, 3 perempuan dan 9 laki-laki. Ada Satrio, Yoyok, Bayu, Abi, Agung, Eko, Nina, Nila, Aji, Titan, Alvis dan Mitha. Lalu kami semua sibuk memasukkan perlengkapan mendaki ke dalam tas Carrier kami seperti sleeping bag, hand lamp, makanan ringan, Jas hujan dan yang terpenting yaitu  obat-obat pribadi kami karena itu semua adalah perlengkapan individu yang tidak boleh terlupakan.
“Udah beres semua yah teman-teman, apa masih ada yang ketinggalan?” kata yoyok
“Iya sudah semua nih” ucap Abi
Dengan kesibukan masing-masing namun dengan perasaan yang bertanya-tanya karena  ada 3 orang yang tidak aku kenal bernama Alvis, Aji dan Titan karena mereka bertiga adalah teman dari salah satu Sahabatku Abi, Kebetulan mereka adalah teman Abi di Kota Lamongan yang ikut serta mendaki ke Ranu Kumbolo.
“Hay, aku Alvis” Sambil menyodorkan tangannya dengan wajah yang sangat ramah.
“Oh, eehmm, iya aku Mitha” Ucapku dengan nada Gugup sambil tersenyum tipis dan  wajahnya berubah menjadi merah muda.
“Wah, aku kenapa yah kok tiba-tiba jantungku berdetak sangat cepat seperti sedang memutari lapangan bola basket selama 5 kali. Uuh sungguh apakah ini. Aah” ucapku dalam hati.
“Ayo-ayo sudah siap semua yah, sebelum kita menuju perjalanan ke Ranupane ayo teman-teman semua mari kita berdoa terlebih dahulu, menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing” kata Abi
Setelah semuanya sudah siap kami semua menuju perjalanan dari Malang ke Desa Ranupane yang terletak di daerah Lumajang untuk sampai ketempat iru kami semua membutuhkan waktu  kalau tidak macet sekitar 3 jam dari Malang. Kami semua menggunakan sepeda motor. aku dan Alvis berboncengan dengan menggunakan sepeda motor milikku, betapa bahagia hatiku, mengobrol dan bercanda dalam perjalanan. Namun di tengah perjalanan hujan pun turun begitu deras sehingga kami berdua berhenti di pinggir jalan dan memakai jas hujan. Kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Dalam perjalanan kami semua melewati jalan yang berliku-liku, pohon-pohon yang sangat tinggi menjulang ke atas dan hawanya sangat dingin menusuk ubun-ubun di kepala membuat aku setiap saat merinding di sertai juga dengan kabut yang menutupi seluruh hutan. Di tengah perjalanan aku menggigil karena hawa di sekitar hutan begitu dingin, padahal aku sudah menggunakan jaket yang  begitu tebal tapi tetap masih saja rasa dingin masih terasa di tubuhku.  
“Peluk aku..” ucap Alvis
“ehm, emang gak apa-apa yah? Kita kan baru kenal” kataku sambil tersenyum malu karena bingung.

“Aku dingin…”
Dalam perjalanan aku tidak langsung memeluknya, aku hanya menaruh kedua tanganku di pinggangnya.
“Hmm, gini aja yah Alvis. Gak apa-apa kan” ucapku
Namun tak ada Respon dari Alvis, dia hanya diam. Entah dia marah aku tak tau karena pada saat itu kami sedang berboncengan.
Setelah sampai di tempat yang di tuju Ranupane kami semua beristirahat di Aula, menjelang malam pun tiba  yoyok dan Agung mempersiapkan makanan buat kami semua. mengapa cowok yang masak karena  itu semua sudah menjadi kodrat para cowok ketika sedang camping. Setelah itu kami semua langsung beristrihat dan mempersiapkan fisik yang cukup kuat karena besok kami semua akan mendaki ke Ranu Kumbolo
           Terdengar suara yang gemuruh, membangungakan tidurku yang sangat pulas, ternyata itu suara Abi yang sedang membangunkan teman-teman.
“ehh,eeh.. bangun-bangun dan siap-siap” kata Abi yang sedang membangunkanku
“Huaaam, iya-iyaa! Ini aku bangun kok” Sambil mengusap-usap kedua mata, aku pun berdiri  beranjak dari tempat yang ia tiduri menuju ke kamar mandi yang telah tersedia di sekitar Aula Ranupane.
Suasana di pagi hari begitu dingin dengan cuaca sangat cerah, terlihat burung-burung kecil yang sedang berterbangan di sekitar Aula, burung-burung pun seperti ikut bernyanyi menyambut kedatangan pagi yang cerah membuat pemandangan Alam di sekitar Ranupane begitu Indah. Setelah menunggu begitu lama kemudian kami semua di panggil untuk brifing terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalan ke Ranu Kumbolo. Sekitar pukul 12.30 kami semua berjalan dan di perkirakan kami akan menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam untuk sampai ke Ranu Kumbolo. Dalam perjaalanan Alvis selalu berjalan di belakangku dengan penuh perhatian memberikan ku arah yang tak boleh ku lewati dan di tengah perjalanan hujan mulai turun sangat deras, kami semua langsung memakai mantel kami masing-masing pada saat itu aku terpleset.
“Aaahh…” aku berteriak karena terpleset, untung saja Alvis cepat memegang tangan kiriku.
“Kan aku sudah bilang kamu hati-hati Mitha”
“Iya Alvis, aku akan lebih berhati-hati lagi”
“Aku capek nih Alvis” sambil mengatur nafas yang sudah dari tadi ngos-ngosan
“yaudah kita istirahat di sini saja dulu biar yang lain jalan duluan”
15 menit kemudian
“Gimana, Masih kuat gak?..” tanya Alvis
“Iya masih kok,” Ucapku
 Terlihat dari jauh pemandangan sekitar Ranu Kumbolo sudah kelihatan sangat jelas yang begitu Indah, walaupun di sertai rintik-rintik hujan yang turun. Setelah sampai aku, Nila dan Nina berteduh di rumah warga yang tinggal di sekitaran Ranu Kumbolo dan para cowok-cowok sibuk memasang tenda. Malam pun tiba kami tenda kami sudah jadi. Yoyok dan Agung memasak buat makan malam kami semua kecuali ke tiga teman Abi Alvis,Aji dan Titan tidak ikut serta dalam makan malam kami karena mereka memasang tenda yang tempatnya lumayan jauh dari tenda kami. Di tenda pertama ada aku, Satrio, Agung dan Bayu. Karena aku tidak enak badan karena kedinginan para cowok-cowok  menjaga ku sampai aku tidur, di tenda kedua ada Yoyok yang menjaga Nila dan Nina dan di tenda terakhir ada Abi dan Eko. Lagi-lagi Hawa yang begitu dingin membuat kakiku seperti membeku, tengah malam aku terbangun karena ingin buang air kecil, aku menyuruh Agung untuk mengantarku. Setelah sampai di luar dengan suasana yang begitu gelap gulita tiba-tiba saja aku tidak ingin buang air kecil. Lalu kami pun kembali masuk ke tenda dan Agung melanjutkan tidurnya kembali.  Aku mengambil jaket dan memakainya serta menutupi seluruh badanku dengan Sleeping bag agar hawa dingin tidak begitu aku rasakan.
           Keesokan harinya dengan cuaca yang sangat cerah aku terbangun dan keluar dari tenda lalu Yoyok mengasih aku teh hangat. Langsung saja aku meminumnya. Betapa nikmatnya meminum teh di Alam terbuka sambil melihat pemandangan di sekitar begitu banyak tenda-tenda milik pendaki lain serta pemandangan Danau yang berada di Ranu Kumbolo airnya yang begitu jernih dan dapat di minum secara langsung. Karena Danau itu tidak di perbolehkan untuk  di buat mandi oleh siapa pun. Tampak dari kejauhan Alvis berjalan menuju ke tenda kami ia membawa makanan sebuah Nugget yang telah di goreng, setelah itu ia mengajakku ke tempat tendanya, kemudian aku langsung saja ikut.
“Aku mau kembali nih, kamu mau ikut gak?” ajaknya
“Hmm, hehehee.. iya deh ayoo” jawabku sambil tertawa kecil
Lalu aku dan Alvis berjalan menuju ke tempat ia mendirikan tenda bersama kedua temannya.lalu Kami pun ngobrol dan bercanda tawa. Kemudian aku pamit dan kembali ke tempat tenda teman-temanku.Serelah itu kami semua pun makan masakan yang telah di masak oleh Yoyok, sekitar 7 kertas minyak di gelar di atas matras kemudian nasi di tuangkan lalu lauknya mie dan sosil yang telah di goreng. Kami semua makan Bersama-sama. Betapa nikmat yang aku rasakan Bersama teman-teman.
Sekitar jam 10.30 teman-teman  yang akan berangkat mendaki untuk mencapai puncak Gunung Semeru bersiap-siap kembali di tenda yang tersisa hanya aku, Satrio dan Bayu sebab pada saat itu lagi tidak enak badan dan mereka berdua menemaniku di Ranu Kumbolo saja. Alvis dan kedua temannya pun juga ikut.
“Kamu gak apa-apa kan di sini?” tanya Alvis
“Iya aku gak apa-apa kok, sebenarnya aku pengen ikut juga tapi yah kondisinya lagi kayak gini, tap gak apa-apa kok kamu pergi aja.” jawabku
“Yaudah, kamu hati-hati yah, lagian di sini ada Satrio dan Bayu, kamu jangan melamun”
“iya-iya tapi, nanti aku bakalan kangen sama kamu dong?”
“Aku kan gak lama besok kita akan ketemu lagi, dan aku bakalan temenin kamu kok, tenang aja yah” sambil tersenyum
“Iya deh, kamu janji yah” ucapku
Setelah kepergian mereka semua, kami bertiga pun memberes-bereskan tenda serta barang-barang yang juga di bantu oleh pendaki lain aku tidak sempat berkenalan jadi aku tidak tahu namanya karena ia adalah teman Abi, namun sering di panggil Ambon tapi itu bukan nama Asli hanya sebuah panggilan-panggilan yang di berikan oleh teman-temanya. lemudian kami bertiga pindah tempat bersama si Ambon kebetulan Abi mengenal mereka jadi ia menitipkan aku agar bisa di jaga juga oleh mereka. Sesudah beres-beres tenda pun sudah berada dekat tenda Ambon dan ke enam temannya yang lain. Setelah itu aku pun beristirahat dan di buatkan chocolatos oleh Bayu. Aku meminumnya setelah itu aku tidur. Kemudian di malam hari sambil menunggu teman-teman kembali ke Ranu Kumbolo. Aku, Satrio, Bayu dan Ambon, bercerita di dalam tenda tempat tidur kami. kami bercanda dan tertawa Bersama-sama.
Malam semakin larut,  rasa ngantuk pun menyelimuti ku, kemudian aku pun tertidur di dalam tenda  Satrio dan Bayu di luar menjagaku. Baru saja aku ingin larut dalam tidur ku terdengar suara Satrio berteriak sangat kencang memangil-manggil nama Yoyok serentak aku pun langsung terbangun dan terduduk kemudian keluar dari tenda dan bertanya apa yang terjadi lalu Bayu menjawab bahwa teman-teman sudah sampai di Ranu Kumbolo. Aku pun langsung segera menemui Alvis tapi dia sibuk membantu kedua temannya  memasang tenda aku hanya melihat lihatnya sebentar kemudian aku pergi ke tenda di mana ada Nila, dan Nina. Pada saat itu mereka pun bercerita tentang pengalaman mereka yang sudah mendaki ke puncak Gunung Semeru yang tertinggi di pulau Jawa. Yoyok yang lagi masak tiba-tiba melihatku yang dari tadi hanya diam.
“vis.. Alvis, kesini dulu” Yoyok berteriak memanggil Alvis yang sedang berada di tendanya.
“Iya, kenapa?”
“Sini-sini kamu masuk dan duduk di dekat Mitha”
Kemudian Alvis duduk tepat di belakangku, Aku yang tadinya diam menjadi senyum-senyum sendiri karena telah bertemu dengan Alvis. Lalu di dalam tenda kami pun mulai mengobrol lagi. Aku mengambil Handphone kemudian menulis di Note.
Kita keluar dari tenda sebentar yuk, aku pengen ngomong.
“Ayo, kamu keluar duluan” ucap Alvis
“Kamu mau ke mana?” tanya Yoyok
“Gak kok, aku pengen keluar sebentar aja” Jawabku
Aku dan Alvis sudah berada di luar tenda, Hawa dingin yang menyelimuti tubuh kami membuat kami menjadi bergetar karna menggigil kedinginan.
“Aku kedinginan banget” kata Alvis
“Hmm, kamu dingin yah, trus gimana dong. Apa kita masuk lagi ke tenda?” tanyaku
“Gak di sini aja, tolong peluk aku”
Aku pun lansung terdiam dan tak bersuara lagi. Tiba-tiba Alvis menarik tanganku kemudian memelukku. Aku hanya bisa tersenyum dalam hati karena aku benar-benar nyaman pada saat ia di sampingku.
“Tenda itu ada yang tempati gak?” ucap Alvis sambil menunjuk ke arah tenda
Tangan Alvis menunjuk ke arah tenda kosong yang hanya di huni oleh tas-tas punya teman-teman yang lainnya.
“Ayo kita ke sana…” Ajaknya
“tapi!”
“Udah gak apa-apa yuk”
Alvis menggandeng lenganku dan kemudian membawa aku ke tenda yang kosong itu, kami berdua masuk dan duduk di dalam tenda.
“Gak apa-apa nih di sini?” Ucap ku dengan suara yang pelan
“Iya gak apa-apa, jangan berisik nanti di dengar teman-teman yang lain” kata Alvis
“Hmm, iya-iya”
Kemudian aku dan Alvis terdiam sebentar, tiba-tiba Alvis langsung memelukku dari belakang dan mencium bibirku. Aku pun tidak bisa menolak apa yang Alvis lakukan karena aku larut dalam suasana itu. Aku dan Alvis berciuman dengan durasi yang hanya sebentar, karena pada saat itu aku lansung cepat menghindar tapi ia terus menarik tanganku dan ia merasa kalau aku tidak mengiginkannya lagi, kami duduk berhadapan dan ia hanya memelukku begitu erat.
“Kamu sudah makan?” tanya Alvis
“Belum”
“Aku juga belum, ayo makan yuk”
Terdengar suara dari luar tenda
“Alvis.. vis.. Alvis, ayo makan ini” Kata Titan dengan suara yang keras
Kemudian Alvis pun keluar dari tenda dan meninggalkan aku di dalam.
“Kamu tunggu di sini sebentar ya, aku ke sana dulu” kata Alvis
“Iya, tapi jangan lama yah” ucapku
“Ayo kita kesana” ajak Alvis
“Hmm…” Aku hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Aku dan Alvis kembali ke tenda yang di mana ada Yoyok, Nila dan Nina.
“Kamu dari mana?” tanya  Yoyok
“Gak kok, dari depan aja” ucapku
“Iya udah, duduk di situ dan ayo makan dulu” ajak Yoyok
“Vis, suapin Mitha tuh” kata Yoyok
Kemudian Alvis pun menyuapi aku berkali-kali sampai aku merasa udah kekenyangan. Setelah itu kami kembali ngobrol lagi. Alvis yang dari tadi kembali  ngobrol sama Nila dan juga Nina. Aku pun hanya terdiam dan begitu heran sama diriku  sendiri padahal aku baru beberapa hari kenal sama Alvis tapi sudah merasa nyaman saat bersama ia. Aku suka ketika Alvis tersenyum kepadaku dan membuat ku seperti melayang-layang di atas awan. Semua ucapannya yang terdengar di telingaku membuatm aku selalu ingin tersenyum ketika ia sedang berbicara bersama ku atau bersama teman-teman yang lain.
“Aku ngantuk nih” ucap Alvis
“Yudah kamu balik ke tendamu deh kalo ngantuk” kataku sambil mendorong bahunya karena aku duduk tepat di belakangnya
“Yaudah, aku balik yah, Kamu juga langsung tidur!”
“iya, daaahhhh…’ jawabku
Pada Pagi hari, setelah bangun kami semua beres-beres mengemasi barang-barang, ada yang sibuk memasak dan ada juga yang sibuk melipat-lipat tenda. Ketika Yoyok dan teman-teman yang lainnya selesai memasak. Kami bersiap-siap, mengatur kembali sisa-sisa barang yang akan di bawa, tanpa terkeculi yaitu sampah yang memang harus di bawa kembali ke Ranupane, sebab sudah ada larangan dari warga desa tersebut bahwa sampah-sampah organic tidak di perbolehkan di buang sembarangan apalagi di dalam hutan karena akan mencemarkan ekosistem dan kami semua menghargai itu dan menyayangi tempat yang sangat indah. Setelah itu kami semua berjalan untuk kembali ke tempat awal yaitu Desa Ranupane. Di dalam perjalanan lagi-lagi aku hanya berjalan bersama Alvis karena sebagian teman-teman yang lain sudah duluan. Di tengah perjalanan aku dan Alvis berfoto-foto secara bergantian. Kemudian melanjutkan perjalan dan bertemu Bayu dan Agung. Lalu kami melanjutkan perjalana Bersama-sama dan juga beristirahat.
Menempuh perjalanan sekitar 4 jam saja, karena perjalanan untuk kembali ke Ranupane itu kebanyankan jalanannya menurun jadi aku tidak terlalu Lelah dalam perjalanan, tidak seperti pada saat perjalanan ke Ranu kumbolo. Syukur hari ini cuaca sangat cerah. Akhirnya kami sampai juga di Aula.
“Aku laper nih, makan bakso yuk?” ajak Alvis
“Yah, kan baru nyampek. Istirahat dulu bentar” jawabku
20 menit kemudian
“Ayo deh pesen” ajakku
Berdiri menuju kea rah tukang bakso dan kemudian memesan dua Bakso. Setelah selesai makan kami semua pun bersiap-siap untuk kembali ke Malang dan pulang menuju rumah kembali. Alvis adalah teman Abi jadi aku mengatar ia ke rumah Abi.
Dalam perjalanan..
“Kapan kita akan bertermu kembali” tanyaku
“Yah, kapan aja kalau ada libur..lagian loh deket, Surabaya-Malangkan Cuma 3 jam saja dan juga aku udah follow Instagram kamu” Kata Alvis
 Aku hanya mengangguk dan membulatkan mulutku membentuk huruf O
Aku dan Alvis tiba di rumah Abi..
“Makasih yah, sudah mengantarkan aku ke rumah Abi” ucap Alvis
“Iya sama-sama, aku pulang dulu sampai ketemu di lain waktu” ucapku
“Iya, kamu hati-hati di jalan yah” kata Alvis

Setelah aku beranjak pergi dari hadapannya. Aku pun pulang dengan raut muka yang sangat sedih dan bertanya-tanya dalam hati kapan aku akan bertemu ia kembali, walaupun ini hanya sebatas pertemuan singkat. Aku barharap akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar