Senin, 12 Maret 2018

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA


 MATERI MEMBACA UNTUK
 TINGKAT B2






     Teks 1
         1.      Bacalah  cerita rakyat di bawah ini!

DANAU TOBA

Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Tuhan, semoga aku dapat ikan yang banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.
Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terima kasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Putri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.
Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.
Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.
Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. 






2.      Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan cerita yang telah Anda baca!
1.      Di mana cerita itu terjadi ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.      Apa yang dilakukan oleh petani tersebut di sungai?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.      Apa yang terjadi setelah petani mengembalikan ikan ke dalam air?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
4.      Mengapa petani langsung pulang ke rumah ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
5.      Mengapa anak dan istri dari petani tersebut hilang lenyap tanpa bekas dan jejak?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 3.      Tentukan benar (B) atau salah (S) pernyataan-pernyataan berikut berdasarkan  cerita  rakyat “Danau Toba”

No
Pernyataan
B
S
1
Cerita Danau toba berasal dari wilayah Maluku


2
Tokoh dari cerita tersebut bekerja sebagai petani


3
Putri itu adalah seekor udang


4
Anak dari putri itu adalah seorang perempuan


5
Setelah ikan di kembalikan ke dalam air tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik


6
Ikan yang di tangkap petani itu bisa berbicara


7
si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya


8
Sang putri tersebut adalah anak dari seorang Raja Samudra






        Teks 1
1           1.    Bacalah teks 1 berikut ini !


PAPEDA MAKANAN KHAS PAPUA


Papeda adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar sagu.  Papeda adalah bubur sagu berwarna putih dan bertekstur kenyal sekaligus lengket yang merupakan makanan khas dari Indonesia Timur, khususnya Papua dan Maluku. Disana sagu sudah menjadi semacam makanan pokok dan kandungan gizinya lebih baik dari nasi.
Sebelum disajikan terlebih dahulu, bubur sagu disaring dan ditambahi perasan air jeruk untuk menambah kelezatan rasa, dan ditambah air panas secukupnya kemudian diaduk sampai mengembang. Makanan bertekstur kenyal umumnya disantap dengan ikan kuah pedas dan sayur yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya, dan ubi jalar. Papeda makin lezat bila disantap selagi hangat. Cara memakannya bisa bermacam-macam : Bisa menggunakan sendok (meski agak sulit karena tekstur papeda yang kenyal), menggunakan sumpit (dengan cara digulung berulang-ulang dengan dua batang sumpit), dan disedot atau diseruput secara langsung  (cara ini lebih banyak dipakai penduduk asli).
Di Papua, papeda dikenal sebagai “makanan komunikasi” karena mulai dari proses produksi hingga menyajikannya di meja makan, papeda selalu melibatkan banyak orang. Semua proses tersebut melibatkan komunikasi antara orang-orang yang terlibat, dan seringkali proses tersebut disertai dengan saling berbagi cerita dan memecahkan masalah yang dihadapi. banyak masyarakat asli Papua memecahkan masalah-masalah rumit di meja makan. Filosofi inilah juga menggambarkan bagaimana “nilai-nilai papeda” tersebut.



2          2.  Jawablah pertanyaan di bawah ini !

1.      Sebutkan apa saja bahan baku utama dalam pembuatan papeda ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.      Jelaskan  secara singkat bagaimana proses pembuatan papeda ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.      Mengapa di Papua papeda di kenal sebagai Makanan Komunikasi ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
4.      Apa alasan masyarakat Papua menjadikan papeda sebagai makanan pokok ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
5.      Bagaimana ciri- ciri papeda ketika sudah matang ?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________

6.      Menurut Anda apa yang membuat papeda terlihat menarik untuk di makan ?
____________________________________________________________________________________________________________________________


       Teks 2
       2. Bacalah teks 2 berikut!

CARA MEMBUAT PAPEDA DARI BUBUR SAGU

Papeda adalah bubur sagu  berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning atau kuah asam pedas yang cukup kaya rasa. Paduan ini bisa membuat nutrisi dalam hidangan papeda makin lengkap. Kali ini kita akan mempelajari cara membuat papeda dari bubur sagu.
Cara membuat papeda sangat mudah dan  tidak begitu sulit. Berikut ini adalah bahan yang dibutuhkan dan cara  membuat papeda
Bahan Pembuatan Papeda :
1.      Tepung sagu 100 gr
2.      Air 1000 cc
3.      Garam 1/2 sdt
4.      Gula 1/2 sdt
5.      Jeruk 1 buah
Panduan Cara Membuat Papeda
1. Cairkan tepung sagu dengan sebagian air, kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula    garam   dan gula.
2. Rebus sisa air (700 cc) hingga mendidih.
3. Tuangkan air mendidih ke dalam adonan tepung sagu secara perlahan-lahan sembari di   aduk-aduk hingga sagu matang merata.
4. Tanda sagu sudah matang adalah warnanya menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk.
5. Begitu matangnya sudah merata, segera angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin tekstur dan rasanya bisa berubah.
6. Hidangkan papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau bunga pepaya).
Untuk mengambil adonan sagu yang lengket gunakan dua bilah sumpit yang dipegang kedua tangan. Masukkan sumpit dalam adonan lalu putar-putar dengan cepat. Masukkan adonan sagu ke dalam piring yang sudah diisi kuah kuning yang cukup banyak. Menyantapnya pun butuh trik yang unik, yakni dengan menghisap/menyedot papeda dari tepi piring sembari meminum kuahnya. Tapi jika tak biasa, boleh saja menggunakan bantuan sendok.
Demikianlah bahan dan cara membuat Papeda.


 3. Urutkanlah kalimat di bawah ini menjadi Panduan membuat Papeda!

No
Kalimat
Urutan
1
Begitu matangnya sudah merata, segera angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin tekstur dan rasanya bisa berubah.

2
Tuangkan air mendidih ke dalam adonan tepung sagu secara perlahan-lahan sembari di   aduk-aduk hingga sagu matang merata

3
Cairkan tepung sagu dengan sebagian air, kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula    garam   dan gula.


4
Hidangkan papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau bunga pepaya).

5
Rebus sisa air (700 cc) hingga mendidih

6
Tanda sagu sudah matang adalah warnaya menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar