MATERI MEMBACA UNTUK
TINGKAT B2
Teks 1
1.
Bacalah cerita
rakyat di bawah ini!
Di
wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri
sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan dengan
tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya
sehari-hari.
Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat
tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya
berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai.
Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya.
Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Tuhan, semoga
aku dapat ikan yang banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang
dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani
tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan
cantik sekali.
Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani
itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara.
“Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa
banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi.
Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena
tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
“Jangan
takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini?
Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang
dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terima kasih
engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku
bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka
jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah
disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Putri dari
seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah
beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya
bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka
tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang
membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah
merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.
Hingga
suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan
dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak
dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan
setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya,
sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia
langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya
sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!,
teriak petani itu.
Setelah
anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan
buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada
tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung !
Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah
mengucapkan kata pantangan dari istrinya.
Setelah
petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya
hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba
menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga
membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu
akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba.
2. Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan cerita yang telah Anda baca!
1.
Di mana cerita itu terjadi ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.
Apa yang dilakukan oleh petani tersebut di
sungai?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.
Apa yang terjadi setelah petani mengembalikan
ikan ke dalam air?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
4.
Mengapa petani langsung pulang ke rumah ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
5.
Mengapa anak dan istri dari petani tersebut
hilang lenyap tanpa bekas dan jejak?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3. Tentukan benar (B) atau salah (S) pernyataan-pernyataan berikut berdasarkan cerita rakyat “Danau Toba”
3. Tentukan benar (B) atau salah (S) pernyataan-pernyataan berikut berdasarkan cerita rakyat “Danau Toba”
No
|
Pernyataan
|
B
|
S
|
1
|
Cerita Danau toba berasal dari wilayah Maluku
|
||
2
|
Tokoh dari cerita tersebut bekerja sebagai petani
|
||
3
|
Putri itu adalah seekor udang
|
||
4
|
Anak dari putri itu adalah seorang perempuan
|
||
5
|
Setelah ikan di kembalikan ke dalam air tiba-tiba ikan tersebut
berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik
|
||
6
|
Ikan yang di tangkap petani itu bisa berbicara
|
||
7
|
si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari
istrinya
|
||
8
|
Sang putri tersebut adalah anak dari seorang Raja Samudra
|
Teks 1
1 1. Bacalah teks 1 berikut ini !
PAPEDA MAKANAN KHAS PAPUA
Papeda adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan
dasar sagu. Papeda adalah bubur sagu berwarna
putih dan bertekstur kenyal
sekaligus lengket yang merupakan makanan khas dari Indonesia Timur, khususnya
Papua dan Maluku. Disana sagu sudah menjadi semacam makanan pokok dan kandungan
gizinya lebih baik dari nasi.
Sebelum
disajikan terlebih dahulu, bubur sagu disaring dan ditambahi perasan air jeruk
untuk menambah kelezatan rasa, dan ditambah air panas secukupnya kemudian
diaduk sampai mengembang. Makanan bertekstur kenyal umumnya disantap dengan ikan
kuah pedas dan sayur yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya,
dan ubi jalar. Papeda makin lezat bila disantap selagi hangat. Cara memakannya
bisa bermacam-macam : Bisa menggunakan sendok (meski agak sulit karena tekstur
papeda yang kenyal), menggunakan sumpit (dengan cara digulung berulang-ulang
dengan dua batang sumpit), dan disedot atau diseruput secara langsung (cara ini lebih banyak dipakai penduduk
asli).
Di Papua, papeda dikenal sebagai “makanan komunikasi”
karena mulai dari proses produksi hingga menyajikannya di meja makan, papeda
selalu melibatkan banyak orang. Semua proses tersebut melibatkan komunikasi
antara orang-orang yang terlibat, dan seringkali proses tersebut disertai dengan
saling berbagi cerita dan memecahkan masalah yang dihadapi. banyak masyarakat
asli Papua memecahkan masalah-masalah rumit di meja makan. Filosofi inilah juga
menggambarkan bagaimana “nilai-nilai papeda” tersebut.
2 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1.
Sebutkan apa saja bahan baku utama dalam pembuatan papeda ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.
Jelaskan
secara singkat bagaimana proses pembuatan
papeda ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.
Mengapa di Papua papeda di kenal sebagai Makanan
Komunikasi ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
4.
Apa alasan masyarakat Papua menjadikan papeda
sebagai makanan pokok ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
5.
Bagaimana ciri- ciri papeda ketika sudah matang ?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________
6.
Menurut Anda apa yang membuat papeda terlihat menarik
untuk di makan ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
Teks 2
2. Bacalah teks 2 berikut!
CARA MEMBUAT PAPEDA DARI BUBUR SAGU
Papeda adalah bubur sagu berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai
lem dengan rasa yang tawar. Papeda biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning
atau kuah asam pedas yang cukup kaya rasa. Paduan ini bisa membuat nutrisi
dalam hidangan papeda makin lengkap. Kali ini kita akan mempelajari cara membuat papeda dari
bubur sagu.
Cara membuat papeda sangat mudah dan tidak begitu sulit. Berikut ini adalah bahan
yang dibutuhkan dan cara membuat papeda
Bahan Pembuatan Papeda :
1. Tepung
sagu 100 gr
2. Air
1000 cc
3. Garam
1/2 sdt
4. Gula
1/2 sdt
5. Jeruk
1 buah
Panduan
Cara Membuat Papeda
1. Cairkan tepung sagu dengan sebagian
air, kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula garam dan gula.
2. Rebus sisa air (700 cc) hingga
mendidih.
3. Tuangkan air mendidih ke dalam adonan
tepung sagu secara perlahan-lahan sembari di
aduk-aduk hingga sagu matang merata.
4. Tanda sagu sudah matang adalah warnanya
menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak
sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk.
5. Begitu matangnya sudah merata, segera
angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin tekstur dan rasanya bisa berubah.
6. Hidangkan papeda dengan ikan kuah
kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau bunga pepaya).
Untuk mengambil adonan sagu yang lengket gunakan dua
bilah sumpit yang dipegang kedua tangan. Masukkan sumpit dalam adonan lalu
putar-putar dengan cepat. Masukkan adonan sagu ke dalam piring yang sudah diisi
kuah kuning yang cukup banyak. Menyantapnya pun butuh trik yang unik, yakni
dengan menghisap/menyedot papeda dari tepi piring sembari meminum kuahnya. Tapi
jika tak biasa, boleh saja menggunakan bantuan sendok.
Demikianlah bahan dan cara membuat Papeda.
3. Urutkanlah kalimat di bawah ini menjadi Panduan membuat Papeda!
No
|
Kalimat
|
Urutan
|
1
|
Begitu
matangnya sudah merata, segera angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin
tekstur dan rasanya bisa berubah.
|
|
2
|
Tuangkan
air mendidih ke dalam adonan tepung sagu secara perlahan-lahan sembari di aduk-aduk hingga sagu matang merata
|
|
3
|
Cairkan tepung sagu dengan sebagian air,
kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula garam
dan gula.
|
|
4
|
Hidangkan
papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau
bunga pepaya).
|
|
5
|
Rebus
sisa air (700 cc) hingga mendidih
|
|
6
|
Tanda sagu sudah matang adalah warnaya
menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak
sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk.
|






Tidak ada komentar:
Posting Komentar