Sabtu, 17 Maret 2018

Pesan terakhir yang tak terbalas

Bukankah sudah ada yang lebih perhatian dari aku?
Hmm.. sebenarnya aku begini karena masih kepikiran sama kata-katamu, waktu aku tanya kamu akan memilih atau meninggalkan. Bukannya kamu menjawab masih tetap memilihnya kan? Aku kira kamu sudah bahagia sama dia. Jadi mungkin sudah tidak membutuhkan aku lagi.
Setiap hari aku selalu ingin chat, tanganku gatal rasanya kalo tidak tau kabarmu. Ingin juga kalo kamu tidak sibuk trus ngajak ketemuan.
Tapi kamu gak tau, kalo aku setiap malam nangis karna setiap aku ingat itu prasaanku hancur.
Mengapa? Karna tidak ada jawaban dari semuanya. Aku tau kamu ingin semuanya berjalan dengan sendirinya, walaupun mataku aku tutup tapi telingaku masih bisa mendengar semua tentang kamu.
Lantas mengapa sampai detik ini kamu mengatakan aku tidak berubah dan tidak bisa, tidak kah terpikirkan di benakmu semua terjadi karena apa? tidak bisa kah kamu memberikan aku jawaban yang tegas dari semuanya?

Kataku


Ada kalanya perasaan seseorang itu akan memudar terhadapmu di saat ia tersakiti.
Namun, bukan pada saat kau menyakitinya tetapi setelah kau benar-benar menyadarinya bahwa ia tak akan pernah kembali lagi.

Terkadang kita hanya bisa menyembunyikan prasaan terhadap seseorang yang kita suka.
Namun, sebenarnya menyimpan hal itu terlalu lama membuat kita menjadi seseorang yang kurang percaya diri.
Maka dari itu, mulailah duluan  menyatakan perasaan cintamu dengan  begitu prasaan kamu akan menjadi legah. Jangan berfikir ia akan menjawab Ya atau Tidak.
Tapi lakukanlah dulu.

Sering-seringlah bercermin
Sebelum berkata-kata
Sebab;
Bisa jadi tutur katamu
Melukai hati orang lain.

Balajar untuk dibenci lebih dulu, agar paham artinya sayang dan kepedulian.
Belajar sendiri dan kesepian dulu, agar paham arti kebersamaan dan mengharhai setiap detik yang di lalui.
Belajar dari dikhianati dan disakiti, agar bisa mengerti arti kesetian dan komitmen.
"Sangat beruntung jika ada yang bisa memahami tiga hal tersebut, tanpa harus melewati rasa sakit sebelumnya"


Senin, 12 Maret 2018

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA


 MATERI MEMBACA UNTUK
 TINGKAT B2






     Teks 1
         1.      Bacalah  cerita rakyat di bawah ini!

DANAU TOBA

Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Tuhan, semoga aku dapat ikan yang banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.
Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terima kasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Putri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.
Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.
Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.
Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. 






2.      Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan cerita yang telah Anda baca!
1.      Di mana cerita itu terjadi ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.      Apa yang dilakukan oleh petani tersebut di sungai?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.      Apa yang terjadi setelah petani mengembalikan ikan ke dalam air?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
4.      Mengapa petani langsung pulang ke rumah ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
5.      Mengapa anak dan istri dari petani tersebut hilang lenyap tanpa bekas dan jejak?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 3.      Tentukan benar (B) atau salah (S) pernyataan-pernyataan berikut berdasarkan  cerita  rakyat “Danau Toba”

No
Pernyataan
B
S
1
Cerita Danau toba berasal dari wilayah Maluku


2
Tokoh dari cerita tersebut bekerja sebagai petani


3
Putri itu adalah seekor udang


4
Anak dari putri itu adalah seorang perempuan


5
Setelah ikan di kembalikan ke dalam air tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik


6
Ikan yang di tangkap petani itu bisa berbicara


7
si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya


8
Sang putri tersebut adalah anak dari seorang Raja Samudra






        Teks 1
1           1.    Bacalah teks 1 berikut ini !


PAPEDA MAKANAN KHAS PAPUA


Papeda adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar sagu.  Papeda adalah bubur sagu berwarna putih dan bertekstur kenyal sekaligus lengket yang merupakan makanan khas dari Indonesia Timur, khususnya Papua dan Maluku. Disana sagu sudah menjadi semacam makanan pokok dan kandungan gizinya lebih baik dari nasi.
Sebelum disajikan terlebih dahulu, bubur sagu disaring dan ditambahi perasan air jeruk untuk menambah kelezatan rasa, dan ditambah air panas secukupnya kemudian diaduk sampai mengembang. Makanan bertekstur kenyal umumnya disantap dengan ikan kuah pedas dan sayur yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya, dan ubi jalar. Papeda makin lezat bila disantap selagi hangat. Cara memakannya bisa bermacam-macam : Bisa menggunakan sendok (meski agak sulit karena tekstur papeda yang kenyal), menggunakan sumpit (dengan cara digulung berulang-ulang dengan dua batang sumpit), dan disedot atau diseruput secara langsung  (cara ini lebih banyak dipakai penduduk asli).
Di Papua, papeda dikenal sebagai “makanan komunikasi” karena mulai dari proses produksi hingga menyajikannya di meja makan, papeda selalu melibatkan banyak orang. Semua proses tersebut melibatkan komunikasi antara orang-orang yang terlibat, dan seringkali proses tersebut disertai dengan saling berbagi cerita dan memecahkan masalah yang dihadapi. banyak masyarakat asli Papua memecahkan masalah-masalah rumit di meja makan. Filosofi inilah juga menggambarkan bagaimana “nilai-nilai papeda” tersebut.



2          2.  Jawablah pertanyaan di bawah ini !

1.      Sebutkan apa saja bahan baku utama dalam pembuatan papeda ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2.      Jelaskan  secara singkat bagaimana proses pembuatan papeda ?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3.      Mengapa di Papua papeda di kenal sebagai Makanan Komunikasi ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
4.      Apa alasan masyarakat Papua menjadikan papeda sebagai makanan pokok ?
____________________________________________________________________________________________________________________________
5.      Bagaimana ciri- ciri papeda ketika sudah matang ?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________

6.      Menurut Anda apa yang membuat papeda terlihat menarik untuk di makan ?
____________________________________________________________________________________________________________________________


       Teks 2
       2. Bacalah teks 2 berikut!

CARA MEMBUAT PAPEDA DARI BUBUR SAGU

Papeda adalah bubur sagu  berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar. Papeda biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning atau kuah asam pedas yang cukup kaya rasa. Paduan ini bisa membuat nutrisi dalam hidangan papeda makin lengkap. Kali ini kita akan mempelajari cara membuat papeda dari bubur sagu.
Cara membuat papeda sangat mudah dan  tidak begitu sulit. Berikut ini adalah bahan yang dibutuhkan dan cara  membuat papeda
Bahan Pembuatan Papeda :
1.      Tepung sagu 100 gr
2.      Air 1000 cc
3.      Garam 1/2 sdt
4.      Gula 1/2 sdt
5.      Jeruk 1 buah
Panduan Cara Membuat Papeda
1. Cairkan tepung sagu dengan sebagian air, kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula    garam   dan gula.
2. Rebus sisa air (700 cc) hingga mendidih.
3. Tuangkan air mendidih ke dalam adonan tepung sagu secara perlahan-lahan sembari di   aduk-aduk hingga sagu matang merata.
4. Tanda sagu sudah matang adalah warnanya menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk.
5. Begitu matangnya sudah merata, segera angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin tekstur dan rasanya bisa berubah.
6. Hidangkan papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau bunga pepaya).
Untuk mengambil adonan sagu yang lengket gunakan dua bilah sumpit yang dipegang kedua tangan. Masukkan sumpit dalam adonan lalu putar-putar dengan cepat. Masukkan adonan sagu ke dalam piring yang sudah diisi kuah kuning yang cukup banyak. Menyantapnya pun butuh trik yang unik, yakni dengan menghisap/menyedot papeda dari tepi piring sembari meminum kuahnya. Tapi jika tak biasa, boleh saja menggunakan bantuan sendok.
Demikianlah bahan dan cara membuat Papeda.


 3. Urutkanlah kalimat di bawah ini menjadi Panduan membuat Papeda!

No
Kalimat
Urutan
1
Begitu matangnya sudah merata, segera angkat sagu dan sajikan hangat. Bila dingin tekstur dan rasanya bisa berubah.

2
Tuangkan air mendidih ke dalam adonan tepung sagu secara perlahan-lahan sembari di   aduk-aduk hingga sagu matang merata

3
Cairkan tepung sagu dengan sebagian air, kurang lebih 300 cc. Tambahkan pula    garam   dan gula.


4
Hidangkan papeda dengan ikan kuah kuning dan tumis sayuran (biasanya kangkung atau bunga pepaya).

5
Rebus sisa air (700 cc) hingga mendidih

6
Tanda sagu sudah matang adalah warnaya menjadi putih bening. Jika matangnya belum merata, adonan sagu bisa dimasak sebentar di atas api kecil sambil terus diaduk.



Kata Baku dan Nonbaku


Kata Baku dan Kata Nonbaku

  

  
No.
Kata Baku
Pengertian
Baku
Nonbaku
1
Aberasi
Abrasi
Penyimpangan dari yang umum atau tidak wajar
2
Absorpsi
Absorsi
Penyerapan atau penghisapan
3
Adab
Adap
Moral atau etika atau sopan-santun
4
Aktivitas
Aktifitas
Suatu kegiatan
5
Antre
Antri
Menunggu giliran
6
Apotek
Apotik
Tempat menjual obat atas resep dokter
7
Astronaut
Astronot
Antariksawan atau angkasawan atau orang yang ke ruang angkasa
8
Atmosfer
Atmosfir
Udara yang menyelimuti bumi
9
Asas
Azas
Hukum dasar atau dasar atau landasan
10
Baterai
Baterei
Alat himpun dan pembangkit listrik atau lampu senter
11
Blangko
Belangko
Surat keterangan yang belum diisi
12
Fondasi
Pondasi
Dasar bangunan
13
Berahi
Birahi
Rasa cinta dengan lawan jenis yang berlebihan
14
Bus
Bis
Kendaraan angkutan manusia ukuran besar
15
Bungkuk
Bongkok
Keadaan punggung yang melengkung
16
Brankas
Brangkas
Lemari tempat menyimpan uang
17
Capai
Cape atau capek
Badan terasa kurang enak atau lelah
18
Cedera
Cidera
Sedikit luka
19
Dekret
Dekrit
Perintah presiden dalam bentuk keputusan
20
Desain
Design atau disain
Rancangan atau corak atau pola
21
Detergen
Deterjen
Bahan pencuci pakaian
22
Detail
Detil atau detel
Sampai ke bagian-bagian kecil atau rinci
23
Deskripsi
Diskripsi
Penguraian atau pemaparan atau penggambaran
24
Zikir
Dzikir
Pujian berulang-ulang untuk mengingat Allah
25
Ekstrem
Ekstrim
Keras dan teguh pendirian atau fanatik
26
Formal
Formil
Sesuai dengan aturan atau resmi
27
Frekuensi
Frekwensi
Getaran gelombang
28
Jenius
Genius
Kadar intelegensi tinggi
29
Geladi
Gladi
Latihan atau pemanasan kerja
30
Gelondong
Glondong
Batangan kayu utuh yang besar
31
Gua
Goa
Lubang besar pada batu atau gunung
32
Hafal
Hapal
Tinggi daya ingatnya hingga dapat mengucapkan lagi atau ingat di luar kepala
33
Imbau
Himbau
Seruan ajakan serius
34
Impit
Himpit
Desak-desakan atau apit
35
Hipotek
Hipotik
Surat berhutang atau kredit dengan jaminan
36
Isap
Hisap
Tarikan bertenaga hawa atau sedot
37
Utang
Hutang
Uang yang dipinjam orang lain atau uang pinjaman
38
Ijazah
Ijasah
Surat tanda tamat belajar
39
Izin
Ijin
Persetujuan atau pengabulan
40
Infus
Inpus
Masuknya cairan ke tubuh orang sakit melalui pembuluh darah
41
Insaf
Insyaf
Sadar
42
Istri
Isteri
Pasangan hidup suami atau wanita yang menikah
43
Zaman
Jaman
Waktu lalu yang menandai sesuatu atau waktu atau masa
44
Jagat
Jagad
Dunia dan isinya atau alam dunia
45
Jenazah
Jenasah
Jasad orang mati atau mayat
46
Jenderal
Jendral
Pangkat tertinggi dalam militer
47
Genius
Jenius
Berkemampuan luar biasa dalam berpikir
48
Kadaluwarsa
Kedaluwarsa
Habis jangka waktunya
49
Kantong
Kantung
Saku atau wadah barang atau pundi-pundi
50
Kaus
Kaos
Sarung badan, kaki, dan tangan
51
Karisma
Kharisma
Kemampuan menimbulkan penghormatan atau kewibawaan
52
Kongres
Konggres
Pertemuan wakil organisasi untuk mengambil keputusan
53
Konsekuen
Konsekwen
Patuh akan peraturan dan bertanggung jawab
54
Korsleting
Konsleting
Terputusnya hubungan arus listrik
55
Kuitansi
Kwitansi
Lembaran tertulis sebagai bukti penerimaan uang yang ditandatangani oleh pihak penerima
56
Leding
Ledeng
Saluran air dari pipa
57
Lembab
Lembap
Sedikit basah sedikit kering
58
Lubang
Lobang
Bolong
59
Mabuk
Mabok
Hilang kesadaran atau amat gemar atau tergila-gila
60
Magrib
Maghrib
Waktu matahari tenggelam atau waktu salat magrib
61
Manajer
Manager
Pengelola unit kerja atau pemimpin usaha kerja
62
Mangkuk
Mangkok
Cawan porselen
63
Masal
Massal
Bersama banyak orang atau melibatkan banyak orang
64
Masjid
Mesjid
Tempat sujud ketika orang Islam salat
65
Matahari
Mentari
Benda angkasa yang menyinari bumi
66
Merek
Merk
Tanda pengenal hasil produksi
67
Metode
Metoda
Cara kerja
68
Miliarder
Milyader
Orang kaya raya yang hartanya bermiliar-miliar
69
Museum
Musium
Gedung benda sejarah atau tempat benda kuno disimpan
70
Napas
Nafas
Udara yang keluar dan masuk lewat hidung
71
Nasihat
Nasehat
Saran yang membangun atau anjuran baik
72
Nanas
Nenas
Buah bersisik mata yang berduri
73
Nomor
Nomer
Angka urutan kedudukan
74
Autentik
Otentik
Asli atau sah
75
November
Nopember
Bulan kesebelas tahun Masehi